Senin, 30 Agustus 2010

Sistem Otot

Fungsi sistem muskular
1. Pergerakan
2. Penompang tubuh dan mempertahankan postur
3. Produksi panas

Ciri-ciri otot
1. Kontraktilitas
2. Eksitabilitas
3. Ekstensibilitas
4. Elastisitas

Berdasakan fungsional berdasarkan kendali konstruksinya yaitu :
1. Voluntar ( sadar )
2. involuntar ( tak sadar )

Menurut jenis jaringan otot berdasarkan struktur dan sifat fisiologisnya dapat dibedakan menjadi :
1. Otot rangka
2. Otot polos
3. Otot jantung

Otot Rangka
• Sel-sel otot berbentuk serabut
• Panjang serabut 15 cm
• Inti terletak dibawah permukaan sel dengan arah aksis panjang serabut-serabut otot.
• Membran sel otot disebut sarkolema,lapisan permukaanya menyatu membentuk tendon
• Dipersarafi oleh satu ujung saraf terletak pada bagian tengah serat
• Dikendalikan oleh kesadaran
• Sarkoplasma,berisi :
- Miofibri-miofibril, miofibril memiliki filamen aktin dan filamen miosin. Filamen-filamen ini bertanggung jawab terhadap kontraksi otot dan memberikan corak warna pada otot.
- Cairan : kalium,magnesium,fosfat dan enzim protein dalam jumlah besar
- Mitokondria,untuk menghasilkan energi pada otot
- Ritikulum sarkoplasmik,mengatur kontraksi otot

Mekanisme kontaksi otot rangka.
Rangsangan pada sebuah saraf motorik ( yang mensarafi serabut otot) pada ujung saraf motorik mensekresi neurotransmiter Asetilkolin. Asetilkolin akan menyebabkan retikulum sarkoplasmik melepaskan sejumlah ion kalsium ( yang tersimpan dalam RS) kedalam miofibril. Ion kalsium menimbulkan kekuatan menarik filamen aktin dan miosin,yang menyebabkan gerakan bersam-sama sehingga menghasilkan proses kontraksi. Kemudian dalan satu detik ion kalsium dipompa kembali kedalam ritikulum sarkoplasmik tempat ion kalsium disimpan. Kembalinya ion kalsium ini menyebabkan kontrasi otot berhenti.
Otot tidak pernah istirahat benar,meskipun keliatannya demikian. Pada hakekatnya mereka selalu berada dalam keadaan tonus otot,yang berarti siap untuk bereaksi terhadap rangsangan. Misalnya ketokan pada tendo patella mengakibatkan kontraksi dari extensor quadrisep femoralis dan sedikit rangsangan sendi lutut. Sikap tubuh ditentukan oleh tingkat tonus.

Perubahan-perubahan bentuk otot rangka untuk penyesuaian fungsi
• Hipertropi otot : Peningkatan jumlah massa otot,akibat peningkatan jumlah filamen aktin dan miosin,sehingga otot membesar.
• Atropi otot : Menurunnya jumlah masa otot
• Hiperplasia : Peningkatan jumlah serat otot


OTOT POLOS

• Sel-sel berbentuk spidel
• Inti di tengah
• Serabut-serabut retikular transversal menghubungkan sel-sel otot berdekatan dan membentuk suatu kelompok sehingga menjadi unit-unit fungsional.
Otot polos dibagi menjadi dua tipe:
1. Tipe multi unit
a. Tiap serat bekerja tanpa tergantung pada serat yang lain
b. Di persarafi oleh sebuah ujung saraf
c. Masing-masing serat dapat berkontraksi secara tidak bergantung pada yang lain
d. Pengaturanya terutama dilakukan oleh sinyal saraf
e. Jarang menunjukan kontraksi yang spontan
Conyohnya : siliaris mata,iris mata dan otot piloerektor
2. Tipe unit tunggal (viseral)
a Tiap serat bersatu menjadi lembaran atau berkas
b Bekarja secara bersama-sama
c Membran sel saling berhubungan satu sama lain
sehingga ion-ion dapat melalui secara bebas da
ri satu sel ke sel yang lainya
d Disebut juga otot polos viseral
Contoh: usus,ureter,uterus,duktus biliaris dan banyak pe mbuluh darah.
e Di persarafi oleh satu ujung saraf
f Pengaturannya dilakukan oleh: sinyal saraf, hormonal, dan oleh renggangan.

Kontrasi otot polos,adanya rangsang baik oleh saraf (otonom), hormonal atau oleh rengganga, saluran kalsium teraktivasi pada serabut otot. Sehingga ion kalsium dari ekstraseluler masuk kedalam sel melalui saluran yang telah teraktivasi,ion kalsium kemudian mengaktifkan filamen miosin dan aktin sehingga menimbulkan kontrasi otot.
Untuk menimbulkan relaksasi pada kontrasi otot polos ,perlu untuk mengeluarkan ion kalsium dari cairan yang mengelilingi filamen aktin dan miosin. Pemindahan ini dilakukan oleh pompa kalsium yang memompa ion kalsium keluar dari serabut otot polos ke cairan ekstraseluler.
Bila konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler turun,kontraksi otot polos biasanya hampir tidak ada sama sekali.


OTOT JANTUNG

• Inti terletak di tengah-tengah serabut otot
• Serat tersusun seperti suatu kisi-kisi,serat-serat terpisah kemudian bergabung kembali dan menyebar kembali.
• Serat-serat otot jantung terdiri atas banyak sel otot jantung yang saling berhubungan satu dengan lainya dalam suatu rangkian.
• Sel-sel itu dipisah satu dengan lainya oleh membran sel yang disebut diskus interkalatus, sehingga pada otot jantung akan tampak daerah-daerah gelap yang menyilang serat-serat otot jantung.
• Memiliki miofibril tertentu yang mengandung filamen miosin dan aktin

Otot jantung tidak dapat dikendalikan oleh kesadaran seperti otot rangka,Otot jantung dikendalikan oleh sistem saraf otonom. Otot jantung memiliki kemampuan khusus untuk mengadakan kontraksi otomatis dan ritmis tanpa tergantung pada tidaknya rangsangan saraf, cara kerja seperti ini disebut miogenik.
Kontraksi otot jantung,adanya pelepasan neurotransmiter pada ujung saraf otonom yang mengakibatkan pelepasan ion-ion kalsium dari retikulum sarkoplasmik. Dalam seperbeberapa ribu detik berikutnya, ion kalsium ini berdifusi kedalam miofibril mengaktifkan filamen aktin dan miosin,hal ini akan menimbulkan kontrasi otot jantung. Selain ion kalsium yang dilepaskan dari sistem retikulum sarkoplasmik ke dalam sarkoplasma otot,sebagian besar diperlukan ion-ion kalsium tambahan dari cairan ektrseluler kedalam retikulum sarkoplasmik. Tentu saja tampa tambahan ion kalsium ini, kekuatan kontrasi otot jantung akan menurun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar