Senin, 30 Agustus 2010

Sistem Saraf Pusat

Otak manusia kira-kira 2% dari berat badan orang dewasa. Otak menerima 20% dari curah jantung dan memerlukan sekitar 20% pemakian oksigen tubuh dan sekitar 400kilokalori setiap harinya. Otak merupakan jaringan yang paling banyak memakai energi dalam seluruh tubuh manusia dan terutama berasal dari proses metabolisme oksidasi glukosa. Jaringan otak sangat rentan akan kebutuhan osigen dan glukose melalui aliran darah. Metabolisme otak merupakan proses kontinu,tanpa ada masa istirahat. Bila aliran darah berhenti selam 10 detik saja,maka kesadaran sudah akan menurun dan penghentian beberapa menit sudah dapat menimbulkan kerusakan ireversibel.

LAPISAN PELINDUNG

Otak terdiri rangka tulang bagian luar dan tiga lapisan jaringan ikat yang disebut meninges. Lapisan meningel terdiri dari pia mater,lapisan araknoid, dan dura meter
1. Pia mater
Lapisan terdalam yang halus dan tipis,serta melekat erat pada otak. Lapisan ini mengandung banyak pembuluh darah untuk mensuplai jaringan saraf.
2. Lapisan araknoid
Terletak pada bagian eksternal dari pia mater dan mengandung sedikit pembuluh darah
a. Ruangan subaraknoid
Memisahkan lapisan araknoid dari pia mater dan mengandung cairan serebrospinalis, pembuluh darah, serta jaringan penghubung seperti selaput yang mempertahankan posisi araknoid terhadap pia mater dibawahnya.
b. Vili araknoid
Menonjol ke dalam sinus vena ( dural ) dura mater
3. Dura mater
Lapiasan terluar dan tebal,terdiri dari dua lapiasn
a. Lapisan periosteal
Lapisan terluar dari dura mater yang melekat pada permukaan dalam tulang kranium dan berlanjut sebagai periostium yang membatasi kanalis vertebralis dengan medulla spinalis
b. Lapisan meningeal
Merupakan membran tebal yang meliputi otak dan menyusup di antara jaringan otak sebagai penyokong dan pelindung. Lapisan melanjutkan diri sebagai dura mater spinal.
c. Ruang subdural
Memisahkan dura mater dari araknoid pada daerah kranial dan medulla spinalis.
d. Ruang epidural
Ruang antara periosteal luar dan lapisan meningeal dalam pada dura mater di daerah medulla spinalis

Cairan Serebrospinal
Cairan serebrospinal mengelilingi ruang subaraknoid di sekitar otak dan medulla spinalis. Cairan ini juga mengisi ventrikel dalam otak.
• Komposisi
Cairan serebrospinal menyerupai plasma darah dan cairan intersisial (air,elektrolit,oksigan,karbondioksida, glukose, beberapa lekosit ( terutama limfosit ) dan sedikit protein.
• Produksi
Cairan serebrospinal dihasilkan oleh pleksus koroid yaitu jaring-jaring kapiler berbentuk bunga kol yang menonjol dari pia mater ke dalam dua ventrikel otak

• Sirkulasi
Cairan bergerak dari ventrikel lateral melalui foramen interventrikuler ( foramen munro ) menuju ventrikel ketiga otak,kemudian mengalir melalui akuaduktus serebral ( Sylvius ) menuju ventrikel keempat cairan mengalir melalui tiga lubang langit-langit ventrikel keempat kemudan bersirkulasi melalui ruang subaraknoid. Setelah mencapai ruang subaraknoid,maka cairan serebrospinal akan bersirkulasi sekitar otak dan medulla spinalis,lalu keluar menuju sistem vaskular. Sebagian besar cairan serebrospinal direabsorpsi ke dalam darah melalui struktur khusus yang dinamakan villi araknoidalis kedalam sinus vena pada dura mater dan kembali ke aliran darah tempat asal produksi cairan tersebut
• Fungsi
Cairan serebrospinal berfungsi sebagai bantalan untuk jaringan lunak otak dan medulla spinalis,juga sebagai media pertukaran nutrien dan zat buangan antara darah dan otak serta medulla spinalis. Secara klinis cairan serebrospinal dapat diambil untuk pemeriksaan melalui prosudur pungsi lumbal , yaitu jarum berongga diinsersi ke dalam ruang subaraknoid di antara lengkung saraf vertebra lumbal ke tiga dan ke empat.


SEREBRUM
Serebrum merupakan otak yang paling besar dan paling menonjol. Disini terletak pusat-pusat saraf yang mengatur semua kegiatan sensorik dan motorik,juga mengatur proses penalaran, ingatan dan intelegensia. Serebrum dibagi menjadi hemisfer kenan dan hemisfer kiri oleh suatu lekuk atau celah yang disebut Fisura longitudinalis mayor. Bagian luar hemisfer terdiri dari subtabsia grisea ( abu-abu ) yang disebut sebagai kortek serebri, dan merupakan bagian dalam dari medulla spinalis. Bagian dalam dari subtasia grisia disebut subtansia alba ( putih) merupakan inti dari hemisfer, dan bagian luar dari medula spinalis. Kedua hemisfer ini dihubungkan oleh suatu pita disebut korpus kolosom. Pusat aktivitas sensorik dan motorik pada masing-masing hemisfer dirangkap dua,dan sebagian besar berkaitan dengan bagian tubuh yang berlawanan. Hemisfer serebri kanan mengatur bagian tubuh sebelah kiri dan hemisfer kiri mengatur bagian tubug sebelah kanan. Konsep fungsional ini disebut pengendalian kontralateral.

Kortek serebri
Kortek serebri atau subtansia grisea dari serebrum mempunyai banyak lipatan yang disebut giri (girus,tunggal ). Susunan seperti ini memungkinkan permukaan otak menjadi luas yang terkandung dalam tengkorak yang sempit. Celah-celah atau lekukan yang disebut sulki ( sulkus ) terbentuk dari lipatan-lipatan tersebut dan membagi setiap hemisfer menjadi daerah-daerah tertentu yang dikenal sebagai lobus prontalis, parietalis, temporalis dan oksipitalis. Lobus frontalis dengan lobus parietalis dipisahkan dengan sulkus sentralis,sulkus lateralis memisakan lobus temporalis dibawah dari lobus frontalis dan lobus paretalis diatas. Sulkus pareto-oksipitalis memisahkan lobus oksipitalis dengan lobus parietalis.

Area fungsional kortek serebri
Kortek serebri mempunyai area primer (motorik dan sensorik ) dan area asosiasi untuk mencapai fungsi. Area primer adalah daerah di mana terjadi persepsi atau gerakan. Area asossiasi perlu untuk integrasi dan tingkah laku dan intelektual lebih tinggi
1. Kortek frontalis
a. Merupakan area motorik primer terdapat dalam girus presentralis, disini neuron mengendalikan kontrasi volunter otot rangka
b. Kortek premotorik ( anterior girus presentralis ), bertanggung jawab akan gerakan terlatih misalnya menulis, mengetik dan mengemudi.
c. Area Broca, terletak disisi anterior area premotorik pada tepi bawahnya. Area ini memungkinkan hanya terdapat pada satu hemisfer saja ( biasanya sebelah kiri ) bertanggung jawab akan kemampuan wicara.
2. kortek prefrontalis ( area asosiasi )
Merupakan area-area yang berkaitan dengan kepribadian. Fungsi utamanya melakukan kegiatan intelektual kompleks, beberpa fungsi ingatan, rasa tanggung jawab untuk melakukan tindakan dan sikap yang dapat diterima oleh masyarakat,ide-ide pikiran yang kreatif,penilaian dan pandangan kemasa depan.
3. Kortek parietalis
a. Girus postsentralis ( area sensorik primer ), neuron menerima informasi sensorik umum yang berkaitan dengan nyeri, suhu, sentuhan dan proprioseptik
b. Inferior girus postsentralis ( area pengecapan ), berkaitan dalam persepsi rasa.
c. Lobus parietalis ( area asosiasi somatik ) berkaitan dengan interprestasi bentuk dan tekstur suatu objek dan keterkaitan bagian-bagian tubuh secara posisional misalnya mengidentifikasi mata uang dalam tangan tanpa melihat,berat,bentuk dan suhu berkaitan dengan pengalaman sensorik dimasa lalu.
4. Lobus temporalis
a. Area sensorik auditori, menerima inpuls saraf yang berkaitan dengan pendengaran
b. Area asosiasi auditori, berperan untuk menginterpretasi pengalaman auditori artinya penting untuk memahami bahasa ucap dan kata-kata (
area Wernicke ) terletak pada lobus temporalis superior.
c. Area asosiasi visual,informasi pengliatan menjadi berarti
5. Lobus oksipitalis
Area sensorik visual, menerima informasi dari retina mata dan menyadari sensasi warna.

DIENSEFALON
Diensefalon adalah istilah yang digunakan antara otak terletak diantara serebrum dan otak tengah serta bersembunyi dibalik hemisfer serebral,kecuali pada sisi basal. Bagian terdiri dari seluruh struktur yang berada di sekitar ventrikel ketiga. Diensefalon terdiri dari yaitu:
1. Talamus
a. Terdiri dari dua massa oval yang besar,masing-masing menonjol keluar untuk membentuk sisi dinding ventrikel ketiga. Mempunyai kompleks nukleus yang saling berhubungan dengan kortek serebri ipsilateral,serebelum dan dengan berbagai komples nukler subkortikal seperti yang ada dalam hipotalamus, formasio retikularis batang otak, ganglia basalis.
b. Talamus merupakan stasiun relai yang penting dalam otak dan juga merupakan pengintegrasi subkortikal yang penting. Semua jaras sensorik utama ( kecuali olfaktorius ) membentuk sinap dengan nukleus talamus dalam perjalanannya menuju kortek serebri, beberapa jaras eferen motoirik yang keluar dari serebrum juga bersinap dengan neuron talamus.
2. Hipotalamus
Terletak disisi bawah talamus dan membentuk dasar serta bagian bawah sisi dinding ventrikel ketiga.
a. Struktur

i. Bagian anterior menyelubungi kiasma optik ( merupakan persilangan pada saraf optik )
ii. Bagian tengah hipotalamus terdiri dari infundibulum ( batang ) kelenjar hipofise posterior tempat melekatnya kelenjar hipofise.
b. Fungsi
i. Berperan penting dalam pengendalian aktivitas sistem saraf otonom yang melakukan fungsi penting untuk kehidupan, seperti pengaturan frekuensi jantung,tekanan darah,suhu tubuh, keseimbangan air,selera makan,saluran pencernaan dan aktivitas seksual.
ii. Sebagai pusat otak untuk emosi seperti kesenangan, nyeri, kegembiraan dan kemarahan.
iii. Memproduksi hormon yang mengatur pelepasan atau inhibisi hormon kelenjar hipofise, sehingga mempengaruhi seluruh sistem endokrin
3. Epitalamus
Membentuk langit-langit tipis ventrikel ketiga. Suatu massa berukuran kecil disebut badan pineal yang mungkin memiliki fungsi endokrin, menjulur dari ujung posterior epitalamus.

Sistem limbik
Istilah sistem limbik bearti batas atau tepi. Jadi sistem limbik menyatakn suatu struktur cicin kortikal dan subkortikal pembatas yang mengelilingi korpus kalosum (struktur serebrum dan diensefalon ) yang terlibat dalam aktivitas emosional dan terutama aktivitas perilaku tidak sadar. Struktur kortikal utama adalah girus singgulli dan girus hipokampus dan hipokampus. Bagian subkortikal mencakup amigdala, traktus dan bulbus olfatorius.

BATANG OTAK

Kearah bawah batang otak berlanjut sebagai medulla spinalis dan katas berhubungan dengan pusat-pusat otak yang lebih tinggi. Bagian-bagian batang otak dari bawah keatas adalah medulla oblongata, pons dan mensensefalon ( otak tengah ). Dibatang otak berjalan jaras-jaras naik-turun. Batang otak merupakan pusat rilai dan reflek dari SSP.

Medulla oblongata
Merupakan pusat refleks yang penting untuk jantung, vasokonstriktor, pernafasan, bersin, batuk, menelan, pengeluaran air liur dan muntah. Medulla oblongata mangandung empat nukleus saraf kranial yaitu IX, X, XI dan XII.
Pons
Artinya jembatan, yang menghubungkan kedua hemisfer serebelum , serta menghubungkan mensensefalon di sebelah atas dengan medulla oblongata dibawah. Pons merupakan mata rantai penghubung yang penting pada jaras kortikoserebral yang menyatukan hemisfer serebri dan serebelum. Bagian bawah pon berperan dalam pengaturan pernafasan. Pons mengandung saraf kranial V, VI, dan VII.

Mensensefalon ( otak tengah )
Merupakan bagian pendek dari batang otak yang letaknya diatas pons, berperan sebagai reflek pengliatan dan koordinasi gerak pengliatan, refleks pendengaran. Mengandung saraf kranial III, IV dan V ( sebagian ).

SEREBELUM ( otak kecil
Terletak di sisi inferior pon dan merupakan bagian terbesar kedua dari otak.
a. Struktur
Serebelum terdiri dari bagian sentral ( tengah ) vermis dan dua hemisfer lateral. Serebelum dihubungkan dengan batang otak oleh tiga berkas serabut yang dinamakan pendunkulus. Pendukulus serebeli superior berhubungan dengan mensensefalon, pendunkulus serebeli media menghubungkan kedua hemisfer otak, pendukulus serebeli inferior menghubungkan dengan medulla oblongata.
b. Fungsi
Fungsi utamanya adalah sebagai pusat reflek yang mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot, serta merubah tonus dan kekuatan kontraksi untuk mempertahankan keseimbangan dan sikap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar